1. Penentuan Arah Kiblat
- Azimuth Kiblat:
- Tan Q = Tan q,m x Cos q,x x Cosec SBMD - Sin q,x x Cotan SBMD
- Keterangan:
- q,m : Lintang Makkah
- q,x : Lintang Tempat
- SBMD : Selisih Bujur Makkah Daerah
- Metode Segitiga Siku:
- Tan B x 100 cm = panjang garis ke arah barat (titik B sampai titik C)
- Keterangan:
- B : Sudut kiblat dari Utara ke Barat
2. Penentuan Waktu Shalat
- Kerendahan Ufuk (ku):
- ku = 0° 1,76' × √(m)
- Keterangan:
- m : Tinggi tempat dari permukaan laut
- Tinggi Matahari (h) saat terbit/terbenam:
- h = - (ref + sd + ku)
- Keterangan:
- ref : Refraksi (pembiasan cahaya)
- sd : Semi diameter Matahari
- ku : Kerendahan ufuk
- Tinggi Matahari (h) untuk Awal Ashar:
- ha = Tan zm + 1
- Keterangan:
- zm : Jarak zenith Matahari saat awal Dhuhur
- Tinggi Matahari (h) untuk Awal Isya':
- h = -17 + h (terbit/terbenam)
- Tinggi Matahari (h) untuk Awal Shubuh:
- h = -19 + h (terbit/terbenam)
- Sudut Waktu Matahari (t):
- Cos t = Sin h : Cos Φ : Cos δ - Tan Φ x Tan δ
- Keterangan:
- h : Tinggi Matahari
- Φ : Lintang Tempat
- δ : Deklinasi Matahari
- Waktu Daerah (WD) dari Waktu Hakiki (WH):
- WD = WH - e + (λd - λx) : 15
- Keterangan:
- e : Equation of Time (Perata Waktu)
- λd : Bujur Daerah (WIB, WITA, WIT)
- λx : Bujur Tempat
3. Penentuan Awal Bulan Qamariyah (Sistem Ephemeris)
- Mencari Saat Ijtima':
- Ijtima' = Jam GMT + (ELM - ALB) / (SB - SM) + 7 jam WIB
- Keterangan:
- ELM : Ecliptic Longitude Matahari
- ALB : Apparent Longitude Bulan
- SB : Sabaq Bulan (Kecepatan Bulan relatif terhadap Matahari)
- SM : Sabaq Matahari (Kecepatan Matahari)
- Tinggi Hilal Hakiki (h):
- Sin h = Sin Φ x Sin δ - Cos Φ x Cos δ x Cos t
- Keterangan:
- Φ : Lintang Tempat
- δ : Deklinasi Bulan
- t : Sudut Waktu Bulan
- Tinggi Hilal Mar'i (h'):
- h' = h - Parallax + sd + Refr + Dip
- Keterangan:
- Parallax : Parallax Bulan
- sd : Semi Diameter Bulan
- Refr : Refraksi
- Dip : Kerendahan Ufuk
- Mukuts/Lama Hilal di atas Ufuk:
- Mukuts = h' : 15
- Azimuth Bulan:
- Cotan A = -Sin Φ : Tan t + Cos Φ x Tan δ : Sin t
- Keterangan:
- Φ : Lintang Tempat
- t : Sudut Waktu Bulan
- δ : Deklinasi Bulan
4. Penentuan Gerhana Bulan
- Mencari Saat Istiqbal:
- Istiqbal = Jam GMT + Titik Istiqbal - 00:01:49.29
- Keterangan:
- Titik Istiqbal = MB : SB
- MB : Jarak Matahari dan Bulan
- SB : Sabaq Bulan
- Jarak Titik Pusat Bayangan Inti Bumi ke Titik Pusat Bulan:
- X = D + Sd
- Y = D - Sd
- Keterangan:
- D : Diameter Bayangan Inti Bumi
- Sd : Semi Diameter Bulan
- Jarak Titik Pusat Bulan Saat Bersentuhan dengan Bayangan Inti Bumi ke Titik Pusat Bulan Saat Segaris dengan Bayangan Inti Bumi:
- Cos C = Cos X : Cos Z
- Keterangan:
- Z : Lintang Bulan Minimum
- Tenggang Waktu (T):
- T1 = C : K
- T2 = E : K
- Keterangan:
- K : Koreksi Kecepatan Bulan
- E : Jarak Titik Pusat Bulan Saat Segaris dengan Bayangan Inti Bumi ke Titik Pusat Bulan Saat Seluruh Piringan Bulan Masuk Bayangan Inti Bumi.
- Titik Tengah Gerhana:
- Tgh = Istiqbal + T (jika Lintang Bulan mengecil)
- Tgh = Istiqbal - T (jika Lintang Bulan membesar)
- Saat Awal dan Akhir Gerhana:
- Mulai Gerhana = Tgh - T1
- Mulai Total = Tgh - T2
- Selesai Total = Tgh + T2
- Selesai Gerhana = Tgh + T1
5. Penentuan Gerhana Matahari
- Meridian Pass (MP):
- MP = 12 - e
- Keterangan:
- e : Equation of Time
- Saat Ijtima' Kedua (Ijt2):
- Ijt2 = Ijt1 + (λ : 15)
- Keterangan:
- Ijt1 : Saat Ijtima' Pertama
- λ : Bujur Tempat
- Jarak Ijtima' (JI):
- JI = [MP - Ijt2] × 15°
- Asyir Pertama (A1):
- A1 = ELM - JI (jika Ijt2 < MP)
- A1 = ELM + JI (jika Ijt2 > MP)
- Keterangan:
- ELM : Ecliptic Longitude Matahari
- Mail Asyir Pertama (MA1):
- Sin MA1 = Sin A1 x Sin Obl
- Keterangan:
- Obl : True Obliquity Matahari
- Irtifa' Asyir Pertama (IA1):
- IA1 = 90 - [MA1 - Φ]
- Keterangan:
- Φ : Lintang Tempat
- Sudut Pembantu (SP):
- Sin SP = (Sin SB x Cos MA1) : (Sin HP x Sin IA1)
- Keterangan:
- SB : Sabaq Bulan
- HP : Horizontal Parallax Bulan
- IA1 : Irtifa' Asyir Pertama
- Sa'aiu Bu'dil Wasath (SBW):
- SBW = Sin JI : Sin SP
- Waktu Tengah Gerhana (Tgh):
- Tgh = Ijt2 - SBW (jika Ijt2 < MP)
- Tgh = Ijt2 + SBW (jika Ijt2 > MP)
- Jarak Gerhana (JG):
- JG = [MP - Tgh] × 15°
- Asyir Kedua (A2):
- A2 = ELM - JG (jika Tgh < MP)
- A2 = ELM + JG (jika Tgh > MP)
- Mail Asyir Kedua (MA2):
- Sin MA2 = Sin A2 x Sin Obl
- Irtifa' Asyir Kedua (IA2):
- IA2 = 90 - [MA2 - Φ]
- Ardlu lqlimir Rukyat (AIR):
- AIR = 90 - IA2
- Ikhtilaful Ardli (IkA):
- Sin IkA = [Cos IA2 x Sin 00° 51' 22"]
- Ardlul QamarMar'[ (LU'):
- LU' = [LU + IkA]
- Lebar Gerhana (LG):
- LG = (B : (Sd0 x 2)) x 100%
- LG' = LG x 12
- Keterangan:
- B : Separoh Lebar Bayangan Umbra Bulan
- Sd0 : Semi Diameter Matahari
- Sa'atul Muksi (SMk):
- SMk = [12 - LG'] : 15
- Mulai Total (MT):
- MT = TGH - SMk
- Selesai Total (ST):
- ST = TGH + SMk
Ingat, hanya bisa memberikan rumus-rumus yang ada dalam modul. Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan hubungi ahlinya! 😉
0 Komentar